Forum Honorer Serahkan Aspirasi Terkait Kepastian Status Tenaga Honorer ke DPRK
News Sarmi – Menunggu kepastian terkait masa depan tenaga honorer yang telah mengabdi lebih dari lima tahun, Forum Honorer Kabupaten Sarmi menyerahkan aspirasi mereka secara langsung kepada Ketua DPRK Sarmi, Muhamad Azhari Tiris, di gedung DPRK Sarmi, pada Senin, 3 November 2025.
Menurut Ones Bisim, perwakilan Forum Honorer Sarmi, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus harapan agar pemerintah daerah segera memberikan kepastian status bagi para honorer yang telah setia menjalankan tugas di berbagai instansi pemerintahan. “Kami ingin memastikan bahwa kontribusi tenaga honorer di Kabupaten Sarmi diakui dan dihargai, bukan hanya sekadar tenaga kerja sementara,” ujar Ones Bisim.
Forum Honorer menegaskan bahwa banyak dari anggotanya telah mengabdi lebih dari lima hingga sepuluh tahun, namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau jalur ASN tetap. Mereka juga menyampaikan tantangan yang dihadapi, mulai dari ketidakpastian gaji, keterbatasan fasilitas, hingga kurangnya jaminan kesejahteraan sosial.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRK Sarmi, Muhamad Azhari Tiris, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para honorer dan berjanji akan menindaklanjuti dengan memfasilitasi pertemuan resmi antara forum honorer dan Pemkab Sarmi. “Kami memahami keprihatinan tenaga honorer, dan DPRK akan memperjuangkan kepastian mereka agar mendapatkan hak yang layak sesuai peraturan yang berlaku,” kata Tiris.
Aksi penyerahan aspirasi ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk segera menyiapkan regulasi dan kebijakan yang jelas terkait pengangkatan dan perlindungan tenaga honorer, sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan publik yang selama ini ditopang oleh tenaga honorer di Kabupaten Sarmi.
Forum Honorer Sarmi berencana mengawal proses ini secara kontinu, termasuk mengadakan pertemuan berkala dengan DPRK dan Pemkab hingga ada kejelasan resmi mengenai status mereka.




